Minggu, 08 Januari 2017

Makalah E-learning

MAKALAH
Teknologi Pendidikan
Mata kuliah : Teknologi Pendidikan
Dosen Pengampu :
Ustad Roojil Fadhillah L.c.M.Pd.i
Disusun oleh:
Novy Sukma Utami        :       (20140820034)
Tsalis Nazilud Dzikro    :       (20140820024)
Hafidz Husaini                :       (201408200 )

Prodi Pendidikan Bahasa Arab
Fakultas Pendidikan Bahasa
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
2016




Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya hingga sampai saat ini kita masih diberi kesempatan untuk merasakan nikmat yang Allah berikan kepada kita semua, dan tidak lupa pula sholawat serta salam kami panjatkan kepada Nabi kita Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen  mata kuliah”teknologi pendidikan ”. Yang  telah memberi kesempatan kepada kami untuk menyusun sebuah karya berupa makalah, berkat motivasi dari dosen dan kawan-kawan semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “E-learning ”  kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam makalah ini, sehingga kami senantiasa terbuka untuk menerima saran dan kritik pembaca demi penyempurnaan makalah berikutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan bisa  memberi perubahan kepada diri kita ke arah yang lebih baik.


Yogyakarta, 20 oktober  2016












Daftar isi









Pendidikan merupakan sumber kemajuan bangsa yang sangat menentukan daya saing bangsa, dengan demikian ,sector pendidikan harus terus-menerus ditingkatkan mutunya. Pendidikan juga merupakan investasi yang paling utama bagi setiap bangsa, apalagi bagi bangsa yang sedang berkembang, yang giat membangun negaranya. Pembangunan hanya dapat dilakukan oleh manusia yang dipersiapkan melalui pendidikan.  Fakta saat ini menunjukan bahwa factor kesenjangan pendidikan salah satu factor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kesenjangan mutu  pendidikan tersebut selain disebabkan karena factor sarana dan prasarana yang belum memadai, sumber daya manusia yang masih terbatas yang belum siap menyongsong masa yang akan datang.
Era baru dalam dunia pendidikan adalah diperkenalkannya reformasi pendidikan yang berkaitan erat dengan system informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan dunia pendidikan. Konsep ini memiliki nuansa bagaimana dunia pendidikan berusaha menggunakan perangkat komputer, yang dapat diaplikasikan sebagai sarana komunikasi untuk meningkatkan kinerja dunia pendidikan secara signifikan.
Makalah ini belumlah menjawab seluruh keinginan dan harapan yang telah disebutkan diatas. Namun ,dalam makalah ini lebih berkecenderungan menjadi motivasi dan inspirasi dan motivasi bagi penulis, pendidik, mahasiswa, dan pemegang kebijakan pendidikan untuk menciptakan system pembelajaran termasuk E-Learning dalam pendidikan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan di era teknologi informasi dan komunikasi dalam perkembangan zaman yang telah ada.





Apa definisi e-learning?
Apa saja model-model e-learning dan kendala pengguanaannya?
Apa pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran?
Bagaimana  perkembangan e-learning?
Apa kelebihan dan kekuranganm e-learning?
Untuk megetahui definisi e-learning.
Untuk mengetahui model-model e-learning dan kendala penggunaanya.
Untuk mengetahui pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran.
Untuk mengetahui perkembangan e-learning.
Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan e-learning.










e-Learning singkatan dari electronic learning merupakan istilah populer dengan pembelajaran on-line berbasis internet dan intranet. Teknologi e-Learning ini merupakan sebuah teknologi yang dijembatani oleh teknologi internet, membutuhkan sebuah media untuk dapat menampilkan materi-materi kursus dan pertanyaan-pertanyaan dan juga membutuhkan fasilitas komunikasi untuk dapat saling bertukar informasi antara peserta didik dengan pengajar. Berbagai pendapat dikemukakan untuk dapat mendefinisikan e-Learning secara tepat. Ada beberapa istilah yang perlu dijelaskan agar didapatkan pengertian yang utuh tentang wilayah dari e-Learning. Istilah lain meliputi distance learning, distance education, telelearning, on-line learning dan e-training.[1]
Telelearning merupakan hubungan antara orang dan sumber yang menggunakan media teknologi komunikasi dan belajar sebagai tujuannya. Sedangkan on-line learning sama dengan web-based learning. On-line learning merupakan pemanfaatan sebagian dari pembelajaran berbasis teknologi dan menggambarkan pembelajaran lewat internet, intranet, atau extranet. [2]
Distance learning adalah suatu proses membawa informasi interaktif dan informasi pembelajaran yang ditujukan kepada siswa pada waktu, tempat dan tampilan yang tepat. e-Learning sendiri adalah salah satu bentuk dari konsep distance learning. Bentuk e-Learning sendiri cukup luas, sebuah portal yang berisi informasi ilmu pengetahuan sudah dapat dikatakan sebagai situs e-Learning.
Secara filosofis, e-Learning digambarkan oleh Kamarga[3] sebagai berikut.
1)        e-Learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, dan pelatihan secara on-line.
2)        e-Learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi.
3)        e-Learning tidak menggantikan model mengajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model tersebut melalui pengayaan konten dan pengembangan teknologi pendidikan.
4)        Kapasitas peserta didik amat bervariasi tergantung pada penyampaiannya. Makin baik keselarasan antara konten dan alat penyampaian dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas peserta didik yang pada gilirannya akan memberikan hasil yang lebih baik. Search Engine dalam  e-Learning 
Search Engine adalah suatu website portal yang menyediakan informasi pencarian data-data yang dibutuhkan pengunjung internet. Untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan, pengunjung internet masuk ke situs tersebut dan melakukan pencarian. Search Engine yang paling populer adalah Google dan Yahoo. Cara kerja search engine adalah sebagai berikut, pertama-tama menyalin (copy) semua halaman website yang ada di dunia. Setelah ada data masuk, kemudian diolah dengan algoritmanya sendiri. Saat pengunjung mencari data yang dibutuhkan, dengan algoritma tadi akan menampilkan data sesuai yang dimasukkan pengunjung. Search Engine akan berusaha semaksimal mungkin menampilkan data yang paling relevan dengan yang diinginkan pengunjung. Search Engine adalah fasilitas yang akan mengatur dan mengelola berbagai aktivitas yang akan dilakukan dalam system e-Learning. Search Enginetersebut dibangun dengan berbagai unsur, diantaranya database, aplikasi Web Server, pemrograman Web, password, antarmuka dan fasilitas system e-Learning.s
Model-Model e-Learning
e-learning bisa dibagi ke dalam empat model, yaitu:
Web-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Web)
Pembelajaran berbasis web merupakan sistem pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan web. Dalam pembelajaran berbasis web, peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran secara online melalui sebuah situs web. Merekapun bisa saling berkomunikasi dengan rekan-rekan atau pengajar melalui fasilitas yang disediakan oleh situs web tersebut. [4]
Computer-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Komputer)
Secara sederhana, pembelajaran berbasis komputer bisa didefinisikan sebagai kegiatan pembelajaran mandiri yang bisa dilakukan oleh peserta didik dengan menggunakan sebuah sistem komputer. Rusman mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis komputer merupakan program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran menggunakan software komputer yang berisi tentang judul, tujuan, materi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. .”[5]
Virtual Education (Pendidikan Virtual)
Berdasarkan definisi dari kurbel, istilah pendidikan virtual merujuk pada suatu kegiatan pembelajaran yang terjadi disebuah lingkungan belajar dimana pengajar dan peserta didik terpisah oleh jarak dan waktu. Pihak pengajar menyediakan mater-materi pembelajaran melalui penggunaan beberapa metode seperti, aplikasi LM, bahan-bahan multimedia, pemanfaatan internet atau konferensi video. Peserta didik menerima mater-materi pembelajaran tersebut dan berkomunikasi dengan pengajarnya dengan memanfaatkan teknologi yang sama.[6]       
Digital Collaboration (Kolaborasi Digital)
Kolaborasi digital adalah suatu kegiatan dimana para peserta didik yang berasal dari kelompok yang berbeda (kelas, sekolah, atau bahkan Negara) bekerja bersama-sama dalam sebuah tugas, sambil berbagi ide dan informasi dengan seoptimal mungkin memanfaatkan teknologi internet.
Kendala-Kendala dalam Penggunaan  E-Learning
Kendala atau hambatan dalam penyelenggaraan e-learning, yaitu (Effendi, 2005) :
Investasi. Walaupun e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya pendidikan, akan tetapi memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaannya.
b.   Budaya. Pemanfaatan e-learning membutuhkan budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar atau mengikuti pembelajaran melalui komputer.
c.   Teknologi dan infrastruktur. E-learning membutuhkan perangkat komputer, jaringan handal, dan teknologi yang tepat.
d.   Desain materi. Penyampaian materi melalui e-learning perlu dikemas dalam bentuk yang learner-centric. Saat ini masih sangat sedikit instructional designer yang berpengalaman dalam membuat suatu paket pelajaran e-learning yang memadai.
Menurut siahaan (2003) melihat e-learing dari dua sudut, yaitu dari sudut pendidik dan peserta didik.
Peserta Didik
Dengan kegiatan e-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibelitas belajar yang tingggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi yang demikian ini, peserta didik lebih dapat memuaskan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Manakala fasilitas infrastuktur tidak dapat tersedia di daerah perkotaan, tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaan, maka kegiatan e-learning akan memberikan manfaat kepada peserta didik yang:
Belajar disekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya
Mengikuti program pendidikan dirumah (home schoolers) untuk mempelajari materi pembelajaran yang dapat diajarkan oleh para orangtuanya, seperti bahasa asing, dan ketrampilan dibidang komputer.
Merasa fobia dengan sekolah atau peserta didik yang dirawat dirumah sakit maupun dirumah, yang putus sekolah tetapi berminat melanjutkan pendidikannya, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada diluar negri.
Tidak tertampung disekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan. [7]
Pendidik
Dengan adanya kegiatan e-learning, beberapa manfaat yang di peroleh pendidik antara lain adalah bahwa mereka dapat:
Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.
Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relative lebih banyak.
Mengontrol kegiatan belajar peserta didik, bahkan pendidik juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topic apa yang pelajari, berapa lama suatu topik yang dipelajari, erta berapa kali topic tertentu dipelajari ulang.
Mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topic tertentu.
Memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik.[8]
E-learning atau pembelajaran elektronik pertama diperkenalkan oleh universitas ILLONIS di Urbana-Champaign menggunakan system instruksi berbasis computer ( computer-assisted instruction) debgan computer bernama PLATO. Sejak saat itu mulailah berkembang dari masa kemasa.
Tahun 1990
Era CBT ( Computer-Based Training) lalu mulailah bermunculan aplikasi E-learning yang masih menggunakan PC standlone atau berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi berbentuk tulisan maupun multimedia (video dan audio) dalam format mov, mpeg-1,atau avi.
Tahun 1994
Lalu pada tahun ini CBT mulai di trima oleh masyarakat dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan di produksi secara massal.
Tahun 1997
Pada tahun ini mulai lah terkoneksi dengan internet LSM (Learning Management System). Disini lah mulai terasa bahwa internet memberikan  informasi dengan cepat untuk kebutuhan masyarakat pada zaman itu dan menjadi kebutuhan mutlak mereka. Bentuk standar yang dikeluarkan pada saat itu oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEELOM, ARIADNE.
Tahun 1999
Perkembangan elektronik learning semakin meningkat pada tahun ini, dengan dalil aplikasi E-learning sudah berbasis Web dan berkembang secara total, baik untuk pembelajaran maupun administrasi belajar mengajar. LSM mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar yang isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia, video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang standar.
                Pada tahun 2016 ini hamper semua perguruan tinggi memiliki situs teknologi berbasis internet, meski tidak semuanya dilengkapi dengan fasilitas E-learning. Di Indonesia sendiri penerapan E-learning terus berkembang seiring dengan perkembangannya infrastruktur ICT. Kemudahan akses internet dan murahnya perangkat untuk mengakses membuat pengguna internet di Indonesia terus meningkat.[9]
Beberapa kelebihan yang dimiliki dalam pemanfaatan e-Learning untuk proses pembelajaran adalah sebagai berikut.
1.     Pengalaman pribadi dalam belajar. Pilihan untuk mandiri dalam belajar menjadikan mahasiswa berusaha melangkah maju, memilih sendiri peralatan yang digunakan untuk penyampaian belajar mengajar, dna mengumpulkan bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan.
2.     Mengurangi biaya. Lembaga penyelenggara e-Learning dapat mengurangi bahkan menghilangkan biaya perjalanan untuk pelatihan, menghilangkan biaya pembangunan sebuah kelas dan mengurangi waktu yang dihabiskan oleh pelajar untuk pergi ke sekolah
3.     Mudah dicapai. Pemakai dapat dengan mudah menggunakan aplikasi e-Learning dimana pun juga selama mereka terhubung ke internet. e-Learningdapat dicapai oleh para pemakai dan para pelajar tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
4.     Kemampuan bertanggung jawab. Kenaikan tingkat, pengujian, penilaian, dan pengesahan dapat diikuti secara otomatis sehingga semua pelajar (pelajar, pengembang dan pemilik) dapat bertanggung jawab terhadap kewajiban mereka masing-masing di dalam proses belajar mengajar.[10]
Beberapa kekurangan yang dimiliki dalam pemanfaatan e-Learning untuk proses pembelajaran adalah sebagai berikut.
1.     Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar, atau bahkan antar pelajar itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya valuesdalam proses belajar mengajar.
2.     Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial, dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
3.     Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan
4.     Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT
5.     Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet. Mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon atau komputer.
6.     Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki ketrampilan tentang internet
7.     Kurangnya penguasaan bahasa komputer.[11]




















BAB III
Model-model e-learning
Web-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Web)
Computer-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Komputer)
Virtual Education (Pendidikan Virtual)
Digital Collaboration (Kolaborasi Digital)
Manfaat e-learning
Menurut siahaan manfaat e-learning dilihat dari dua sudut yaitu
Dari sudut pendidik
Peserta didik
Perkembangan e-learning
Perkembangan dari masa kemasa, pembelajaran berbasis internet atau E-learning semakin pesat dari mulai tahun 1990an yang bermula CBT (Computer Based Training) yang masih menggunakan CD-ROM atau belum berbasis internet lalu pada tahun 1994  CBT mulai berkembang dalam bentuk paket-paket yang semakin menarik dan diproduksi secara massal, dan dilanjutkan munculnya  LMS (Learning Management System) dengan perkembangan teknologi internet pada tahun 1997, lalu di tahun 1999 mulailah penggunaan aplikasi e-learning berbasis web yang artinya pada tahun ini internet sudah digunakan.

Prasojo, Lantip Diat & Riyanto. 2011. Teknologi Informasi Pendidikan. Yogyakarta: Gava Media.
Munir. 2008. Teknologi informasi pendidikan. Yogyakarta: Gava Media.

Kamarga. 2002. Teknologi informasi pendidikan. Yogyakarta: Gava Media
               
Rusman. 2001. Teknologi informasi dan komunikasi. Bandung: jurusan kurikulum dan teknologi pendidikan fakultas ilmu pendidikan universitas pendidikan Indonesia.

Darin E. Harley, 2001. Selling E-Learning, American Society for Training and Development.

Deni darmawan.2014.pengembangan e-learning teori dan dasain. Bandung: PT rosdakarya
Tintaguru.blogspot. Munir, Pendidikan Dunia Maya, Ilmu & Aplikasi Pendidikan, Bandung: Intima, 2007.hlm.506


[1] Lantip Diat Prasojo, Riyanto. Teknologi informasi pendidikan, Yogyakarta: gava media.2011.hlm.207
[2] Munir. Teknologi informasi pendidikan, Yogyakarta: gava media.2008.hlm.208
[3] Kamarga. Teknologi informasi pendidikan, Yogyakarta: gava media.2002.hlm.53-54
[4] Munir. Pembelajaran jarak jauh, Bandung: alfabeta.2001.hlm.231

[5] Rusman. Teknologi informasi dan komunikasi, Bandung: Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.2009.hml.49

[6] Darin E. Harley, selling E-learning, amirican society for training and development.2001.hlm.1

[7] Deni darmawan. Pengembangan e-learning teori dan desain, bandung: pt rosdakarya.2014.hlm. 32
[8] Deni darmawan. Pengembangan e-learning teori dan desain, bandung: PT rosdakarya.2014.hlm.33

[9] Tintaguru.blogger. Munir, Pendidikan Dunia Maya, Ilmu & aplikasi pendidikan, Bandung: Imtima,2007.hlm.506
[10] Lantip diat prasojo, riyanto. Teknologi pendidikan, Yogyakarta: gava media.2011.hlm.222
[11] Lantip diat prasojo, riyanto. Teknologi pendidikan, Yogyakarta: gava media.2011.hlm.223